Monday, 11 December 2017

Duka KOTI Mbanjar

Ada rasa sedih sebenarnya jika melihat KOTI hanya untuk di tugaskan dua hal, yakni ngepam dan upacara. Apakah tidak ada tugas lain, selain dua hal tersebut...? 

Inilah dua hal kebiasaan lama, yang harus di dobrak untuk kemajuan KOTI

KOTI selain bertugas untuk menjaga kewibawaan dan kehormatan Pemuda Pancasila, KOTI juga mesti mampu menjaga militansi anggotanya sendiri. Lain dari pada itu, fungsi KOTI koti adalah KADERISASI. 

Lalu bagaimana mungkin kita akan jadi militan, jika keinginan anggota tidak pernah di dengar oleh pimpinan?
Pimpinan hadir untuk melayani keberadaan anggota
Pimpinan ada, sebab ada anggota

Wis wayahe, estafet kepemimpinan PP mbanjar ini diturunkan pada yang muda dan produktif. Dan yang tua cukup jadi senior organisatoris. Membimbing dan menjadi konsolitator. 

Sudah saatnya para pucuk pimpinan PP Mbanjar mendengarkan aspirasi arus bawah dan membuang jauh" ego sentris bahwa keputusannyalah yang paling benar dan tepat. Jika menghendaki PP Mbanjarnegara berkembang alias tidak mati suri. 

Buang stigma bahwa untuk menjadi pimpinan harus kaya raya terlebih dahulu. Sebab pemikiran ini bisa jadi benar bisa jadi salah. Dan kita belum pernah memberi kesempatan pada pimpinan kere hore untuk memegang kendali organisasi atau lembaga. 

Dan adalah tidak jadi soal, baik si kaya raya atau si kere hore. Asalkan mereka ada di hati anggota. Maka militansi akan terbangun. Kewibawaan dan kehormatan organisasi akan terjaga. Dan tentu kaderisasi akan berjalan. Sebab berorganisasi ini bukan hanya untuk petantang petenteng saja. Tetapi berorganisasi ini karena kita cinta. 

Selamat merenung

No comments:

Post a comment

Popular Posts

MPC Pemuda Pancasila Kab. Banjarnegara